Tata Cara Shalat Jenazah Laki-Laki dan Perempuan

0
187

Bumiayu.id – Sebagaimana yang sudah diketahui bahwa sebelum jenazah seseorang di kubur, wajib hukumnya untuk terlebih dahulu dimandikan dan dishalatkan. Memandikan jenazah memiliki maksud supaya sebelum menghadap Allah SWT jenazah tersebut kembali suci. Dalam agama islam, memandikan jenazah hukumnya adalah fardu kifayah.

https://www.artisanalbistro.com/

Sama halnya dengan menyolatkan jenazah sebelum dikuburkan yang juga hukumnya fardu kifayah, sehingga untuk tata cara pelaksanaannya juga wajib diketahui oleh setiap umat muslim. 

Tata Cara Shalat Jenazah

Tata cara dalam pelaksanaan shalat ini berbeda dengan shalat yang lainnya, dalam shalat ini memiliki gerakan yang tidak memiliki rukuk, sujud, hingga duduk di antara dua sujud. Akan tetapi hanya terdapat gerakan takbirotul ihram dan salam. Sebab dalam shalat tersebut, mulai dari takbirotul ihram hingga salam dilakukan hanya dengan berdiri tanpa adanya gerakan yang lain.

Selain gerakan yang sedikit berbeda dengan shalat yang lain, pelaksanaan shalat jenazah laki-laki dengan jenazah perempuan juga memiliki perbedaan. Sehingga Anda harus benar-benar memperhatikannya, sebab bacaan shalat antara jenazah laki-laki dan perempuan berbeda. 

Tata Cara Shalat untuk Jenazah Perempuan

Untuk tata cara shalat yang pertama apabila jenazahnya perempuan yaitu untuk posisi imam berada searah dengan tali pusar jenazah. Kemudian untuk posisi makmum sangat disarankan membuat barisan shaf shalat yang ganjil, untuk urutannya makmum laki-laki dewasa menempati posisi paling depan, kemudian pada barisan belakangnya lagi baru makmum perempuan.

initu.id

Untuk urutan makmum perempuan sama seperti urutan makmum laki-laki, posisi paling depan adalah yang paling tua. Melaksanakan shalat jenis ini memiliki pahala yang besar bagi mereka yang melaksanakannya. Kemudian, terdapat beberapa bacaan shalat yang harus dilafalkan seperti:

Niat untuk shalat jenazah perempuan:

Usholli ‘alaa haadzihil mayyitati arba’a takbiratatin fardhol kifayaatai ma’muuman lillahi ta’aala.

Yang Artinya: Saya niat shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Selanjutnya langsung ke takbir yang pertama dengan dilanjut bacaan Surah Al-Fatihah.

Dilanjut dengan takbir yang kedua dengan membaca sholawat nabi seperti:

Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa sholaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamiidun majiid. wa baarik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Fil aalamiina Innaka hamidun majiid.

Disambung dengan takbir yang ketiga dengan membaca:

Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.

Apabila bacaan tersebut terlalu panjang, Anda juga dapat menggunakan versi pendeknya seperti:

Allahummagh firlahaa waa warhamhaa wa’aafihaa wa’fuanhaa.

Terakhir takbir yang keempat dengan bacaan:

Allahumma la tahrim naa ajrahaa walaa taftinnaa ba’dahaa waghfirlanaa walahaa.

Setelah itu masih dengan posisi berdiri lakukan salam ke kanan dan juga ke kiri.

Tata Cara Shalat untuk Jenazah Laki-Laki

Untuk pelaksanaannya apabila jenazahnya laki-laki posisi imam shalat berada pada posisi yang berbeda dengan shalat untuk jenazah perempuan. Posisi imam pada saat pelaksanaan shalat adalah berdiri lurus dengan kepala jenazah. Meskipun pelaksanaan shalat dapat dilakukan di rumah, akan tetapi yang diutamakan adalah dilaksanakan di mushola ataupun masjid terdekat.

https://www.artisanalbistro.com/

Niat shalat jenazah laki-laki:

Niat shalat antara jenazah laki-laki dan perempuan berbeda, untuk jenazah laki-laki bacaan niatnya yaitu:

Usholli ‘alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiratatin fardhol kifayaatai ma’muuman lillahi ta’aala.

Artinya: Saya niat shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Kemudian langsung lakukan takbir yang pertama dengan membaca Surat Al-Fatihah.

Selanjutnya membaca sholawat nabi dilanjut dengan takbir kedua.

Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa sholaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamiidun majiid. wa baarik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Fil aalamiina Innaka hamidun majiid.

Selanjutnya melakukan takbir yang ketiga dengan membaca:

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.

Atau Anda dapat membaca versi pendeknya saja, yaitu:

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu.

Yang terakhir pada takbir yang keempat membaca:

Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.

Masih dalam keadaan berdiri dilanjutkan dengan salam ke kanan dan ke kiri.

Keutamaan Shalat Jenazah

  1. Mengirim Kebaikan untuk Jenazah dengan Segera

Seperti yang tertera dalam hadits riwayat Muttafaq’alaih yaitu jenazah yang segera diurus, sampai dengan dishalatkan. Dengan demikian Anda telah menyegerakan kebaikan bagi jenazah. Mulai dari awal hingga dimandikan hingga dikuburkan. Hal tersebut juga berlaku untuk muslim yang meninggal pada kondisi masih beriman.

Berbeda apabila jenazah tersebut sering berbuat kedzaliman semasa hidupnya maka itu sama saja dengan meletakkan keburukan apabila pengurusan jenazan dilakukan lebih cepat maka sama halnya dengan keburukan yang diletakkan.

  1. Kebaikan Menjadi Berlimpah

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya,

“Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

  1. Bagi jenazah yang dishalatkan

“Anak ‘Abdullah bin ‘Abbas di Qudaid atau di ‘Usfan meninggal dunia. Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Wahai Kuraib (bekas budak Ibnu ‘Abbas), lihat berapa banyak manusia yang menyolati jenazahnya.” 

Kuraib berkata, “Aku keluar, ternyata orang-orang sudah berkumpul dan aku mengabarkan pada mereka pertanyaan Ibnu ‘Abbas tadi. Lantas mereka menjawab, “Ada 40 orang”. Kuraib berkata, “Baik kalau begitu.” Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Keluarkan mayit tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here