Pengertian Keputihan | Mengatasi Dan Cara Penangananya

cara mengatasi keputihan

Bumiayu.id Seiring bertambahnya usia, Anda melihat keluarnya cairan dari vagina di antara periode menstruasi. Sangat normal untuk memiliki keputihan. Jumlah, warna, dan kekentalan cairan ini berbeda-beda pada setiap orang. Berikut ini mengetahui seputar keputihan dan cara mengatasi keputihan yang sering dialami wanita di seluruh indonesa.

*Keputihan normal:

-Berwarna tipis, bening, putih atau agak kuning
-Sering bertambah 2 minggu sebelum haid
-Dapat berubah atau meningkat dengan beberapa metode pengendalian kelahiran
-Tidak memiliki bau yang tidak sedap
-Tidak menyebabkan gatal atau iritasi

Keputihan yang normal terdiri dari cairan (lendir) dan bakteri. Lendir membantu membersihkan vagina. Ada bakteri baik dan jahat di dalam lendir. Bakteri baik menjaga semuanya dalam keseimbangan. Sejumlah kecil ragi juga mungkin ada. Bakteri membantu ragi tumbuh di luar kendali juga. Ketika satu jenis bakteri tumbuh terlalu banyak, Anda mungkin mengalami infeksi.

Setelah berhubungan intim, Anda mungkin merasakan bau musky. Jika baunya bertahan lebih dari sehari, itu mungkin berarti Anda mengalami infeksi.

*Tanda-tanda Infeksi
Keputihan saja tidak berarti ada infeksi. Jika Anda memiliki salah satu dari tanda-tanda lain ini atau Anda melakukan hubungan seks tanpa kondom, Anda harus menemui penyedia layanan kesehatan Anda.

-Vagina gatal, terbakar atau iritasi
-Keputihan yang kental dan berwarna putih
-Perubahan keluar cairan tak seperti biasanya
-Bau tak sedap yang bertahan lebih dari sehari
-Hubungan intim yang menyakitkan
-buang air kecil yang menyakitkan
-Nyeri atau nyeri tekan di perut bagian bawah (perut)
-Lepuh, benjolan atau luka di area genital Anda

*Perlakuan
pasien berbicara dengan dokter
Setiap infeksi memiliki pengobatannya sendiri. Sebagian besar infeksi vagina tidak serius dan dapat disembuhkan dengan obat resep. Jika tidak diobati, gejala Anda mungkin bertambah buruk atau membuat Anda berisiko mengalami masalah di masa depan.

Infeksi menular seksual (PMS) bisa lebih sulit diobati dan mudah menyebar ke orang lain. Itulah mengapa penting untuk menemui penyedia layanan kesehatan Anda untuk mengetahui apa yang harus dilakukan.

Semua wanita yang aktif secara seksual perlu menemui penyedia layanan kesehatan mereka setidaknya setahun sekali.

*Cara Mencegah Infeksi Vagina
Bahkan jika Anda berhati-hati, infeksi vagina bisa terjadi. Anda dapat mengurangi kemungkinan infeksi dengan melakukan hal berikut:

*Kebersihan dan Kebersihan
Mandi atau mandi secara teratur menggunakan sabun biasa yang lembut atau air saja. Jangan gunakan mandi busa.
Hindari menggunakan semprotan vagina dan produk beraroma.Gunakan tisu toilet putih polos.
Setelah menggunakan kamar mandi, selalu bersihkan dari depan ke belakang.
Cuci dan keringkan tangan Anda sebelum menyentuh area vagina.
Setelah berhubungan intim, cobalah untuk buang air kecil untuk membantu mencegah infeksi saluran kemih .
Tampon, Pembalut, dan Liner Gunakan tampon tanpa pewangi, pembalut dan liner.
Ganti sering, setidaknya setiap 2 hingga 3 jam.
Lepaskan tampon sebelum tidur dan kenakan pembalut.

*Pakaian
Kenakan celana dalam berbahan katun atau berbahan katun. Kapas menyerap kelembapan. Itu membuat Anda lebih dingin dan lebih kering. Sintetis dapat menjebak kelembapan dan menyebabkan iritasi.
Hindari legging, celana ketat, dan celana ketat. Mereka tidak membiarkan udara bergerak.
Hindari duduk-duduk dengan pakaian lembab atau berkeringat.

Gaya hidup
Gaya hidup sehat membantu Anda melawan infeksi.Makan sehat, olahraga teratur dan tidur cukup.
Jika penyedia layanan kesehatan Anda berpikir bahwa berat badan Anda mungkin menyebabkan infeksi, mereka akan memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan.
Batasi jumlah pasangan seksual. Gunakan kondom selama hubungan seksual untuk membantu mencegah infeksi menular seksual.

*Jika Anda Mengalami Infeksi Vagina
Minum semua obat sesuai resep. Jika Anda berhenti minum obat sebelum infeksi benar-benar sembuh, infeksi dapat kembali.
Jika dokter meresepkan krim vagina, jangan gunakan tampon saat Anda menggunakan krim. Tampon akan menyerap krim.
Jangan melakukan hubungan seksual sampai pengobatan Anda selesai dan Anda tidak memiliki tanda-tanda infeksi lagi.
Jika dokter Anda mengatakan bahwa infeksi dapat menyebar melalui hubungan seksual, beri tahu pasangan Anda. Ini sangat penting karena pasangan Anda mungkin juga membutuhkan perawatan.

Perlu digaris bawahi bahwa tidak ada cara menghilangkan keputihan, hanya saja apabila kalian mengalami keputihan perlu ditindaklanjuti sesuai dengan aturan dan cara yang benar

Related posts