Olah Waraunan, Warga Tegal Hasilkan Kerajinan Kain Ecoprint, Sudah Terjual Sampai Mancanegara!

  • Whatsapp
Olah Warna Dedaunan, Retno Warga Tegal Hasilkan Kerajinan Kain Ecoprint, Terjual Sampai Mancanegara

bumiayu.idPengurus rumah tangga di Kota Tegal mampu mengolah limbah daun dan kulit kambing menjadi kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi. Dia adalah Retno Wulansari, warga Desa Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Tegal. Dia berpartisipasi dalam kerajinan yang disebut ecoprint.

Olah Warna Dedaunan, Retno Warga Tegal Hasilkan Kerajinan Kain Ecoprint, Terjual Sampai Mancanegara

Read More

Kerajinan dengan teknik pengecoran tanin dari lembaran yang berbeda pada media yang berbeda, seperti kain, kulit dan kertas.
Kerajinan Retno dikenal indah dan alami. Ada tiga jenis, produk tekstil, produk kulit dan produk kertas. Produk kain antara lain selendang, sajadah, kemeja, kaos oblong, jaket dan aneka kain.

Produk limbah kulit kambing antara lain sepatu, dompet dan tas. Ketika berbicara tentang kertas, buku adalah produk. Kami menggunakan pewarna alami dalam pers ekologis ini. Terbuat dari kulit secang, kulit mahoni dan daun mangga. Kami tidak menggunakan bahan kimia. Kami ingin mempromosikan produk ramah lingkungan,”

Retno menyatakan telah terlibat dalam pencetakan ekologis sejak dua tahun terakhir, pada tahun 2019. Ide tersebut ia dapatkan saat mengikuti pameran nasional Inacraft di Jakarta. Ia melihat peluang untuk mengolah lembaran menjadi produk percetakan organik memiliki pasar yang relatif luas. Apalagi bagi masyarakat luar negeri yang menyukai produk alami tanpa campuran kimia.

Retno bersyukur produknya bisa terjual ke seluruh Indonesia. Bahkan ada pesanan dari luar negeri, seperti dari Singapura, Malaysia dan Taiwan. “Omzetnya masih kecil, masih dalam skala UMKM. Dalam sebulan sekitar Rp 30 juta hingga Rp 40 juta,” ujarnya. Selain media kain, menurut Retn, produk terbarunya adalah pemanfaatan limbah kulit kambing. Ia melihat Tegal merupakan daerah yang terkenal dengan sate kambing.

Memanfaatkan limbah

kulit kambing Dari sinilah muncul ide pemanfaatan limbah kulit kambing. Retno mengatakan kerajinan sepatu ecoprint dengan limbah kulit kambing juga mengantarkannya menjadi juara pertama Lomba Kreativitas dan Inovasi Komunitas di Kota Tegal. Apalagi peminatnya banyak.

“Jadi saya membeli limbah kulit kambing di rumah jagal. Biasanya tidak digunakan. Di Tegal biasanya digunakan untuk membuat kendang,”. Retno mengatakan harga produk kerajinan ecoprint miliknya cukup terjangkau.

Related posts