Mengenal IndonesMateri Sistem Politikia

0
107

Bumiayu.id Politic menjadi salah satu hal yang melekat dalam diri manusia. Karena manusia menjadi inti utama dari adanya politik. Apapun masalahnya, faktor manusia tidak pernah terlupakan. Hal ini didukung oleh Anton H. Djawamaku, beliau menjelaskan bahwa, “pribadi seorang manusia merupakan sebuah unit dasar empiris dalam analisa politik”.  

Mengenal IndonesMateri Sistem Politikia

Di samping itu, masing-masing negara memiliki system berbeda. Perbedaan ini dilandasi oleh kesepakatan yang berbeda juga antara negara satu dan lainnya. Untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut. Mulai pembahasan general sampai spesifik yaitu materi sistem politik Indonesia itu sendiri. 

Definisi Sistem Politik Secara Umum

Andi Muh. Dzul Fadli dalam bukunya menjelaskan bahwa sistem politik terbentuk dari kata “sistem” dan “politik”. Sistem adalah suatu satuan yang terbentuk dari gabungan beberapa elemen (unsur). Sedangkan, politik adalah kekuasaan otoritatif untuk nantinya bekerja secara efektif dalam system tersebut. 

Sehingga definisi menurutnya adalah salah satu system dari banyaknya system dalam masyarakat. Seperti sistem sosial, ekonomi, hukum, dan budaya. 

Secara umum, definisi sistem politik adalah suatu interaksi antara pemerintah dan masyarakat untuk membuat suatu kebijakan demi mencapai tujuan bersama. Termasuk di dalamnya mulai dari penentuan tujuan, upaya apa saja yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut, proses  pengambilan keputusan, proses seleksi, hingga dalam menyusun skala prioritas. 

Macam-Macam Political System Secara Umum

Terdapat berbagai macam system yang diterapkan di dunia ini. Latar belakangnya karena kesepakatan antara negara satu dengan lainnya berbeda. Sehingga beberapa ahli pun menjelaskan ada banyak macam yang dianut  di dunia ini. Secara umum, political system di dunia dibagi menjadi lima, yaitu:

Mengenal IndonesMateri Sistem Politikia
  • Otokrasi Tradisional

Ciri umumnya adalah suatu negara dipimpin oleh seorang raja, sultan, atau emi. Pemimpin ini berasal dari garis keturunan (turun-temurun) suatu keluarga. Selain itu, otokrasi tradisional lebih menekankan pada kolektivisme kekerabatan daripada individualisme.  Seperti pada Republik Romawi. 

  • Totaliter

Penerapannya ada pada negara berbentuk rezim otokrasi/ paham komunis/ fasis. Seperti RRC (Republik Rakyat China), Korea Utara, Vietnam, dan Kuba.  

  • Otoriter

Cirinya, hanya ada satu partai di suatu negara. Campur tangan rakyat dalam politik dibatasi. Serta, rakyat tidak diperbolehkan mengkritik pemerintah. Seperti Arab Saudi. 

  • Oligarki

Penguasaan ini ada di tangan golongan elit (hanya beberapa orang) untuk mencapai tujuan pemerintah. Apapun caranya akan dilakukan, walaupun keadilan, kesejahteraan masyarakat tidak terwujud. Seperti zaman dulu Yunani Kuno menganut sistem ini. Sekarang biasanya dianut oleh penganut komunis. 

  • Demokrasi

Cirinya ada kebebasan rakyat dalam berpolitik. Meski demikian, Undang-Undang juga tetap berlaku. Sehingga meskipun ada perbedaan, masih bisa bersatu. Seperti negara tercinta Anda, Indonesia. 

Bagaimana Untuk Indonesia?

Bentuk negara Indonesia adalah republik. Sementara, system pemerintahannya adalah presidensil dengan sifat parlementer. Sehingga presiden sebagai kepala negara dan juga sebagai kepala pemerintahan. 

Dalam menjalankan kekuasaannya, Indonesia tidak ada pemisahan kekuasaan. Melainkan ada pembagian kekuasaan. 

Pertama, adanya pemegang kekuasaan eksekutif yang dipimpin oleh presiden. Dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara, seorang presiden dibantu dan diawasi oleh seorang wakil presiden. Sehingga bisa dikatakan bahwa kedudukan wakil presiden berada di atas menteri.

Kedua, adanya kekuasaan legislatif yang dibagi menjadi dua di dalam MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat). Pertama, DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Kedua, DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). 

Ketiga, adanya kekuasaan yudikatif. Yang mana dibagi menjadi dua yaitu MA (Mahkamah Agung) dan MK (Mahkamah Konstitusi) sebagai pemegang kekuasaan kehakiman secara bersama-sama. 

Keempat, adanya kekuasaan inspektif. Kekuasaan ini dipegang oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang memiliki perwakilan di setiap provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Pada 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 yaitu selama tujuh bulan, system pemerintahan Indonesia adalah federal di bawah RIS (Republik Indonesia Serikat). Selanjutnya kembali ke bentuk pemerintahan republik. 

Perbedaan Indonesia ketika menganut system politik demokrasi dibandingkan negara lain adalah adanya dari segi pemegang kekuasaannya. MPR sebagai ciri khas kearifan lokal Nusantara. MK bertugas mengadili sengketa hasil pemilu. DPD bertugas dalam menerapkan prinsip federaslisme. Adanya multipartai sebagai bakal calon anggota DPR/ DPRD Kota/ Kabupaten. 

Itulah pemaparan materi sistem politik Indonesia yang perlu Anda tahu dan terapkan. Selamat berpolitik. Berikan partisipasi terbaik Anda. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here