Jangan Lewatkan, Keindahan Pagi Hari  di Danau Weekuri Sumba!

0
174

Bumiayu.id – Indonesia memang terkenal karena keindahan wisata alamnya. Ternyata tanpa kita ketahui bahwa masih banyak destinasi wisata tersembunyi di negeri ini yang belum banyak diekspose oleh wisatawan. Salah satunya yaitu Danau Weekuri, dimana tempat ini masih sangat alami dan merupakan surganya tempat wisata yang ada di kabupaten Sumba, NTT. 

Jangan Lewatkan, Keindahan Pagi Hari  di Danau Weekuri Sumba

Meskipun lokasinya masih sangat terpencil, namun destinasi wisata ini sudah tidak asing lagi terdengar di telinga para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Asal Mula Danau Weekuri

Kata Weekuri tersebut berasal dari bahasa Sumba yang artinya adalah air percikan. Istilah ini untuk melambangkan bahwa asal muasal dari danau tersebut yaitu dari percikan air laut. Kemudian air itulah yang menembus batu-batu karang dan membentuk sebuah laguna. Itu sebabnya danau ini memiliki kandungan air asin. 

Asal Mula Danau Weekuri

Di area ini, para pengunjung bisa menyaksikan sebuah danau dan sekaligus laut lepas dari satu titik tertentu dengan ketinggian di antara batu karang. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan secara langsung hempasan ombak laut hingga memecah karang dan buih-buihnya mampu menembus terowongan serta sela-sela batu karang. Hal itulah yang membentuk danau terlihat hijau alami.

Karena kadar garamnya tinggi, maka para wisatawan bisa mandi dan bersenang-senang bermain air sepuasnya tanpa harus khawatir karena tidak bisa berenang. Karena dalam waktu yang lama mereka dapat mengapung tanpa menggunakan pelampung. Pengunjung juga bisa menyewa ban mobil untuk digunakan sebagai pelampung dengan harga yang cukup terjangkau.

Keindahan yang Ditawarkan Tempat Wisata ini

Danau ini dikelilingi oleh batuan karang yang cantik dan bahkan orang sering memanfaatkan sebagai tempat untuk berteduh. Ada juga bentuk batuan yang menyerupai gua seperti bundaran, seolah batuan tersebut melindungi danau dari terjangan gelombang air laut. 

Sedangkan batuan oval tersebut memiliki ukuran kurang lebih 150 meter serta lebar 50 meter. Hal itulah yang menyebabkan danau berombak dan jauh lebih tenang. Keindahan danau tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Akan tetapi ada beberapa titik air di tempat wisata tersebut yang menyajikan gradasi warna nan cantik dan indah.

Diantaranya adalah warna kehijauan, kebiru-biruan sampai dengan warna putih karena hasil dari pantulan dasar danau. Untuk kedalamannya kurang lebih 30 cm sampai 2,5 meter. Akan tetapi jika sedang pasang, maka kedalaman danau bisa mencapai hingga 5 meter. Menurut pemandu wisata danau tersebut, sebaiknya wisatawan berkunjung mulai pada jam 16.00 wita hingga menjelang sore.

Akses Menuju Danau 

Tempat wisata ini bisa ditempuh dengan waktu perjalanan kurang lebih 1,5 jam dari arah Kota Tambolaka. Karena belum tersedia transportasi umum, maka wisatawan yang berkunjung harus menyewa mobil untuk menuju ke lokasi. Karena memang belum dikelola pemerintah secara resmi, maka untuk fasilitas umum yang ditawarkan masih cukup terbatas. 

Bahkan biaya parkir kendaraan pun belum ditentukan secara pasti, akan tetapi para pengunjung yang memarkir kendaraannya membayar biaya parkir dengan sukarela. Tidak hanya itu, bahkan biaya tiket masuk pun belum di tentukan oleh peraturan daerah setempat, maka ada yang membayar Rp. 5000,- dan ada juga yang membayar hingga Rp.20.000,-

Menariknya lagi, kini sedang proses pembangunan untuk beberapa fasilitas umum dan wisata kuliner. Pembangunan ini dilakukan secara bertahap dikarenakan membutuhkan budget yang cukup besar. Bagi Anda yang sedang berada di Sumba, NTT maka jangan lewatkan untuk menyambangi Danau Weekuri agar bisa menyaksikan keindahan danau secara langsung.

Selain Anda bisa menyaksikan pemandangan alam yang cukup eksotik dan masih alami. Maka Anda juga tidak membutuhkan budget yang besar untuk bisa berlibur ke danau yang menyajikan warna air bergradasi. Nah, jadi tunggu apa lagi untuk tidak segera mencoba tempat wisata yang kini sudah semakin populer dikunjungi wisatawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here