Jakarta Smart City, Kota Cerdas Ala Era 4.0

0
102

Bumiayu.idJakarta sebagai ibu kota negara seringkali mendapatkan kesan buruk bagi mayoritas orang. Dari kota padat kendaraan, sering banjir, tingkat kejahatan tinggi, banyak pemukiman kumuh, dan lain sebagainya. 

Jakarta Smart City, Kota Cerdas Ala Era 4.0

Namun saat ini, Jakarta sedang melakukan proyek pembenahan dengan nama ‘Jakarta Smart City’. Pemprov DKI berupaya untuk mewujudkan kota cerdas dan maju untuk keadilan sosial berkelanjutan. Lalu perubahan apa saja yang diciptakan untuk menciptakan kota dengan suasana ramah pada warganya? Berikut ini ringkasan dari kelebihan proyek tersebut :

  • Semua akan terintegrasi melalui satu aplikasi pintar

Pemerintah DKI Jakarta telah meluncurkan aplikasi Jakarta Kini (JAKI) pada 27 September 2019. Langkah ini dilakukan untuk membantu mengintegrasikan semua layanan dari pemerintah pada satu pintu. JAKI hadir dalam dua fase pengembangan. 

Pada fase pertama, JAKI menghadirkan berbagai fitur yakni JakWarta, JakISPU, JakSurvei, JakSiaga, JakLapor, serta JakServ. Sedangkan pada fase kedua dari aplikasi ini, Pemprov DKI telah menambahkan empat fitur, yaitu pantau banjir, info pangan, tracking laporan, feedback warga, dan akses ke berbagai aplikasi perusahaan digital.

Selain itu, Pemprov DKI juga menggandeng beberapa perusahaan digital dan startup untuk diajak berkolaborasi dalam mewujudkan kota cerdas. Beberapa perusahaan digital seperti Gojek, Bukalapak,  Tokopedia, Shopee, dan Grab bahkan telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU).

Jakarta Smart City, Kota Cerdas Ala Era 4.0

Beberapa startup yang berhasil diajak bekerja sama adalah finalis ajang Future City – The Virtual Smart City Hackathon, ajang startup yang dilakukan oleh Jakarta Smart City bersama Pemerintah kota Berlin.  

Sangat modern bukan? 

  • Mudahnya pengajuan aduan masyarakat kepada pemerintah

Penggunaan aplikasi dapat menyebabkan mudahnya penyampaian aduan masyarakat kepada pemerintah. Masyarakat hanya perlu mengklik fitur JakLapor untuk menyampaikan masalah di lingkungan Jakarta. Warga juga dapat memantau progres laporannya dengan fitur Feedback Warga. 

Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat tidak perlu repot-repot untuk datang ke kantor Pemprov DKI. Namun hanya dengan menggunakan satu aplikasi, masyarakat dapat mengakses banyak layanan yang disediakan oleh pemerintah.

  • Berkurangnya tingkat kemacetan

Salah satu keuntungan dari adanya JAKI adalah warga dapat ikut serta memantau CCTV yang ada di Jakarta. CCTV telah terpasang di beberapa ruas jalan, sehingga warga dapat menghindari daerah padat kendaraan dengan melihat daerah mana yang sedang rawan macet melalui JAKI pada jam-jam tertentu. Kemudian warga dapat mencari alternatif jalan lainnya.

  • Informasi akan tersampaikan secara cepat 

Sebelum adanya aplikasi pintar, informasi atau pengumuman hasil keputusan pemerintah daerah akan sampai di telinga warga minimal satu hari. Selain waktu, dibutuhkan pula biaya yang tidak sedikit untuk biaya iklan atau baliho. Namun dengan adanya JAKI dan kerjasama dengan startup, pemerintah dapat memangkas biaya tersebut.

  • Masyarakat bisa mengevaluasi pemerintah

Terkadang warga merasa beberapa kinerja maupun kebijakan dari pemerintah perlu diperbaiki dan tidak sesuai dengan kondisi masyarakat sesungguhnya. Saat ini warga dapat menyampaikan aspirasi secara mudah dan efisien tanpa perlu melalui banyak prosedur. 

  • Semakin banyaknya UMKM yang berdikari

Pemerintah Provinsi Jakarta telah sepakat untuk bekerjasama dengan Gojek. Salah satu kerjasama yang dihasilkan adalah GoNusantara. Melalui program dan layanan ini, Gojek akan mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara konsisten melalui pelatihan kewirausahaan. 

  • Berwisata semakin mudah 

Program lain yang dihasilkan dari kerjasama Pemprov DKI bersama Gojek adalah adanya layanan GoTix dan Loket. Kedua program ini tentunya dapat mendorong para usaha pariwisata dalam meningkatkan pelayanannya. Selain itu, para wisatawan juga akan merasakan kemudahan dalam berwisata. 

  • Bantuan sosial akan lebih mudah terdistribusi

Pemprov DKI Jakarta melakukan kerjasama dengan Botika yang merupakan pengembang Artificial Intelligence. Dari hasil kerjasama tersebut diperoleh Javira atau asisten virtual. Program ini berupa chatbot yang bertujuan untuk memudahkan distribusi bantuan sosial dari Pemprov maupun swasta. 

Nah, itulah beberapa keunggulan saat Jakarta berubah menjadi kota cerdas dan modern. Ada banyak kemudahan dalam mengakses layanan dari pemerintah. Proyek ini juga melibatkan berbagai pihak, baik masyarakat maupun pihak swasta dengan harapan dapat berjalan secara beriringan. Saat sudah berjalan, kembali lagi bagaimana masyarakat dapat memanfaatkannya secara bijak. 

Jadi, apakah Anda berniat untuk pindah ke Jakarta Smart City ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here