Daftar Rumah Adat di Indonesia yang Kaya Akan Kearifan Lokal dan Hampir Punah

Daftar Rumah Adat di Indonesia yang Kaya Akan Kearifan Lokal dan Hampir Punah

Bumiayu.id – Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia tentu semuanya mempunyai kebudayaan dengan keunikan tersendiri. Seperti rumah adat dengan aneka bentuk yang berbeda-beda. Akan tetapi, seiring dengan kemajuan zaman yang semakin modern, rumah adat yang ada seolah semakin dikesampingkan. Sebab masyarakat sekarang cenderung membangunrumah dengan dinding beton.

Daftar Rumah Adat di Indonesia yang Kaya Akan Kearifan Lokal dan Hampir Punah

Selain itu rumah yang terinspirasi dari luar negeri dengan gaya modern dirasa oleh masyarakat lebih bagus dan tidak ketinggalan zaman. Sehingga tidak heran apabila keberadaan rumah adat sekarang hanya menjadi tempat pamer dan lokasi museum yang sepi dari pengunjung. Padahal dari setiap rumah memiliki filosofi dengan sejarah nusantara yang terkandung di dalamnya.

Read More

Daftar Rumah Adat yang Hampir Punah

  1. Rumah Gadang

Rumah gadang berasal dari Sumatera Barat dengan suku Minangkabau. Bentuk atap dari rumah gadang yang mirip dengan sepasang tanduk kerbau dengan badan rumah yang menyerupai kapal merupakan ciri khas rumah ini. 

Rumah Gadang

Pada zaman dahulu rumah gadang menjadi tempat tinggal keluarga besar, sehingga dapat berfungsi juga sebagai tempat upacara seperti pernikahan. Terdapat beberapa versi yang menceritakan sejarah rumah gadang ini. Salah satunya yaitu mengenai bentuk atap yang menyerupai tanduk kerbau memiliki arti bahwa dahulu orang minang menang adu kerbau melawan orang jawa. 

Sedangkan untuk bentuk rumah yang mirip kapal karena nenek moyang dari suku Minangkabau adalah seorang pelaut yang kemudian menarik kapalnya ke darat supaya tidak mudah rusak jika terkena air. Kapal tersebut kemudian beralih fungsi menjadi tempat tinggal serta diberi atap.

  1. Rumah Joglo

Sebutan nama joglo diambil dari kata tajug dengan loro yang memiliki arti dua tajug yang digabungkan. Atap dari rumah joglo memiliki bentuk yang meruncing ke atas serta disebut mirip seperti bentuk gunung. Bagi orang jawa gunung dipercaya sebagai tempat yang sakral dan diyakini sebagai tempat tinggal dewa. Umumnya bahan dasar untuk membuat rumah joglo dari kayu jati.

Rumah Joglo

Terdapat tiga bagian rumah joglo ini yaitu: dalem, pendopo, dan pringgitan. Untuk setiap bagiannya tentu memiliki nilai tersendiri. Misalnya pendopo yang menggambarkan karakter dari orang Jawa yang lembut, ramah, serta dapat menyambut siapa saja, bagian dalem sebagai tempat tinggal untuk keluarga, serta pringgitan yaitu untuk tempat pertunjukan wayang serta pemujaan Dewi Sri.

  1. Rumah Kebaya

Rumah Kebaya merupakan rumah adat dari Betawi. Asal usul rumah kebaya karena atap dari rumah ini yang memiliki bentuk mirip dengan pelana yang dilipat. Bentuk rumah kebaya apabila dilihat dari samping memang mirip dengan lipatan baju adat Betawi yaitu kebaya. 

Rumah Kebaya

Teras rumah yang luas merupakan karakteristik rumah kebaya yang memiliki fungsi untuk tempat bersantai keluarga serta untuk menjamu tamu apabila ada yang datang. Terdapat dua bagian utama dari rumah kebaya. Yang pertama teras serta ruang tamu yang siapa saja boleh masuk. 

Kemudian bagian yang kedua adalah bagian privat yang berarti bahwa hanya sanga pemilik rumah atau saudara terdekat yang boleh masuk, seperti dapur, pekarangan belakang rumah, serta kamar.

  1. Rumah Panjang

Rumah Panjang disebut juga dengan rumah Rakdang, masih termasuk dalam jenis rumah panggung sebab memiliki tinggi yang hampir mencapai 5 meter dari permukaan tanah. Seperti namanya, Rumah Panjang memiliki panjang yang dapat mencapai 100 meter lebih dan lebar dapat mencapai 30 meter.

Rumah Panjang

Rumah Panjang ditempati oleh keluarga besar sehingga dapat lebih memupuk kebersamaan dan rasa toleransi. Bagian depan Rumah Panjang dibuat menghadap ke arah matahari terbit serta untuk bagian belakangnya menghadap ke barat. Hal tersebut memiliki arti bahwa orang Kalimantan dari suku Dayak merupakan seorang pekerja keras yang dapat bekerja dari pagi sampai malam.

  1. Rumah Tongkonan

Tongkonan memiliki arti tempat duduk, pada awalnya rumah tersebut digunakan sebagai tempat para bangsawan Toraja berkumpul dan berdiskusi. Atap dari Rumah Tongkonan terbuat dari bambu serta untuk badan rumahnya terbuat dari kayu uru.

Rumah Tongkonan

Memiliki bentuk atap yang mirip perahu, hal ini menggambarkan bahwa nenek moyang suku Toraja berlayar dengan perahu hingga tiba di Sulawesi. Tiang utama dari Rumah Tongkonan ini dipasang kepala kerbau dengan tanduknya. Hal tersebut digunakan sebagai derajat keluarga. Apabila semakin banyak tanduk yang terpasang itu berarti bahwa semakin tinggi derajat keluarga pemilik rumah.

Related posts