Cerita Sejarah Mengenai Indonesia Raya 3 Stanza

0
125

Bumiayu.id – Bagi kebanyakan orang lagu Indonesia Raya hanya terdapat 1 stanza saja. Baik di sekolah maupun di tempat lainnya jauh lebih sering dikumandangkan stanza 1 saja. Pada kenyataannya lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman ini memiliki 3 stanza. Hal tersebut telah dinyatakan oleh Anthony C. Hutabarat di dalam bukunya yang bercerita tentang riwayat hidup Wage Rudolf Supratman.

Cerita Sejarah Mengenai Indonesia Raya 3 Stanza

Pada tahun 2016, pemerintah mulai menerapkan kebijakan baru yang berhubungan dengan lagu kebangsaaan Indonesia. Kebijakan tersebut merupakan kewajiban bagi seluruh rakyat untuk menyanyikan tiga stanza lagu tersebut saat dalam upacara tertentu. 

Sejarah Indonesia Raya 3 Stanza

Berdasarkan pernyataan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa yang melantunkan lagu Indonesia Raya 3 stanza untuk pertama kalinya adalah W.R Supratman sendiri. Lagu tersebut dimainkan pada tanggal 29 Oktober 1928 saat acara Sumpah Pemuda dengan menggunakan biola. 

Lagu ini sebelumnya diberi judul “Indonesia Merdeka”. Akan tetapi karena di zaman kolonialisme istilah kata “Merdeka” sangat sensitif maka kata “Merdeka” diganti menjadi “Raya”. Hal ini dimuat di dalam koran Shin Pho pada tanggal 10 November 1928. 

Atas dasar rekaman pertama yang dibuat oleh W.R Supratman, seorang Tionghoa yang bernama Yo Kim Tjan memainkan instrumen lagu dengan alunan musik keroncong. Di masa itu rakyat Indonesia sangat menyukai musik keroncong. Anda dapat mendengarkan musik rekaman tersebut di Museum Benteng Heritage di Kota Tangerang. 

Untuk mendengarkan musik keroncongan tersebut tentu Anda harus melakukan perjanjian terlebih dahulu dengan pengelola museum. 

Di tahun – tahun berikutnya lagu tersebut selalu mengalami perubahan. Seperti pada masa pemerintahan Jepang pada tahun 1942 – 1945 perubahan musik mulai terjadi. Pada saat itu juga pemerintahan Jepang membuat panitia yang bertugas untuk mengubah instrumen lagu dari musik keroncong menjadi mars. 

Cerita Sejarah Mengenai Indonesia Raya 3 Stanza

Panitia tersebut dipimpin secara langsung oleh Ir. Soekarno dengan anggota lainnya yaitu Ki Hadjar Dewantoro, Soedibyo, Kusbini, Mohammad Yamin, Darmawijaya, dan Kol Simandjuntak. Lirik lagu tersebut mengalami perubahan sedikit namun tidak jauh berbeda dengan apa yang ditulis oleh W.R Supratman. 

Di tahun 1950 Yosef Claire membuat versi baru terhadap instrumen lagu kebangsaan Indonesia atas persetujuan dari Soekarno. Versi tersebut terdiri dari 4 baris lirik. Instrumen sebelum refrain dibuat jadi lebih mengalun secara halus yang didominasi dengan alunan musik gesek. Di tahun 1977, Addie MS bersama dengan Twilight Orchestra membuat versi baru instrumen lagu kebangsaan Indonesia. 

Sampai saat ini instrumen Versi Addie MS masih sering digunakan terutama pada saat acara kenegaraan. 

Makna Lirik Lagu Berdasarkan Stanza

  • Lirik lagu stanza 1

Dilansir dari Kemendikbud stanza 1 lagu tersebut menggarisbawahi lirik dari “Marilah kita berseru, Indonesia bersatu” ini mempunyai makna penyemangat. Kalimat tersebut merupakan seruan bagi bangsa Indonesia yang pada saat itu belum merdeka. Walaupun Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, etnis, budaya semuanya, ditekankan sekali pada lirik tersebut untuk selalu bersatu.

  • Lirik lagu stanza 2

Llirik “Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia”, menekankan landasan rohani atau spiritual untuk mendoakan supaya Indonesia selalu bahagia. Lirik tersebut juga untuk mengingatkan rakyat Indonesia supaya selalu membela Indonesia. Perbuatan membela negara sendiri merupakan suatu perbuatan yang mulia.

  • Lirik lagu stanza 3

Ketiga “Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya, Semuanya” mempunyai maksud bahwa Indonesia merupakan tanah suci milik rakyat Indonesia.Tanah suci tersebut mempunyai banyak hal yang sangat luar biasa. Hasil dari laut, tanah dan lainnya yang sangat banyak membuat negara lain pada zaman dahulu berniat untuk menguasai negara Indonesia. 

Di lirik tersebut pula W.R Supratman mengingatkan rakyat Indonesia supaya tetap menjaga kelestarian laut, tanah, dan ribuan pulau lainnya yang berada di wilayah teritorial Indonesia.

Lagu kebangsaan Indonesia 3 stanza ini sangat penting untuk didengarkan dan dinyanyikan, supaya rakyat menjadi terbiasa untuk membangkitkan rasa nasionalis melalui lagu, dan untuk mendoakan juga negara Indonesia sendiri supaya selalu bahagia seperti lirik yang terdapat di stanza 2. Selain itu 3 stanza ini juga untuk mengenang jasa pencipta lagu “Indonesia Raya” Wage Rudolf Supratman. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here