Bagaimana Industri Kesehatan Bisa Lebih Efektif Dengan Bantuan Media Sosial

Bumiayu.id Individu dan perusahaan semakin beralih ke media sosial untuk tetap terhubung, berkomunikasi, dan bahkan menjual produk dan layanan. Media sosial penting untuk PR Digital di setiap industri, dan perawatan kesehatan tidak berbeda. Praktisi kesehatan menemukan metode baru yang berhasil untuk menggunakan media sosial seiring dengan berkembangnya situs-situs ini dan menjadi cara umum untuk menjangkau pelanggan. Perpaduan media sosial dengan kesehatan cukup efektif. Tidak hanya bagi kaum milenial, media sosial juga telah menjadi sumber kesehatan yang penting bagi semua orang.

Hampir 90% lansia telah menggunakan media sosial untuk mencari dan berbagi informasi kesehatan. Organisasi perawatan kesehatan dan institusi medis mulai melihat fungsi media sosial dalam interaksi antara pasien dan dokter, serta bagaimana kaitannya dengan berbagai sistem informasi kesehatan.

Membangun rencana perawatan yang sukses dengan pasien dan terhubung dengan pasien masa depan menggunakan platform media sosial memiliki beberapa keuntungan. Namun, ada beberapa kelemahan untuk mengadopsi media sosial dalam perawatan kesehatan. Bahaya dan keuntungannya harus didiskusikan dengan dokter spesialis.

Apa Kegunaan Media Sosial Dalam Industri Kesehatan?

Bagaimana Industri Kesehatan Bisa Lebih Efektif Dengan Bantuan Media Sosial

Eksekutif layanan kesehatan menggunakan media sosial untuk Pemasaran Jaringan dalam beberapa cara untuk meningkatkan layanan mereka dan menawarkan informasi medis yang dapat diandalkan kepada pasien. Berikut ini adalah beberapa cara paling umum para profesional di industri menggunakan media sosial:

1. Berbagi Informasi

Individu yang menggunakan media sosial harus dapat dengan cepat memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Alat dan situs web ini digunakan oleh institusi kesehatan untuk berbagi informasi dengan pelanggan dalam beberapa cara, seperti memberikan informasi dasar tentang vaksin flu dan saran pencegahan flu. Untuk memberikan informasi yang benar kepada pasien, fasilitas kesehatan harus menyediakan berita tentang epidemi atau bahaya kesehatan. Sangat penting untuk diingat bahwa semua data khusus pasien memerlukan persetujuan tertulis dan rilis yang ditandatangani.

Jenis lain dari berbagi informasi melalui media sosial meliputi:

  • Memberikan informasi tentang teknologi baru.
  • Gunakan media sosial untuk memperkenalkan dokter baru untuk berlatih.
  • Jawab pertanyaan tentang berbagai topik (misalnya, bagaimana menghubungi dokter atau jam operasi)
  • Berikan informasi umum tentang perawatan pra dan pasca operasi.
  • Berikan pasien informasi terkait praktik apa pun.
  • Pencitraan merek media sosial dapat menjadi metode yang bagus untuk menyebarkan lebih banyak kesadaran.

2. Bandingkan & Tingkatkan Kualitas

Pendekatan lain yang efektif bagi eksekutif perawatan kesehatan untuk menggunakan media sosial adalah dengan menghabiskan waktu menilai saingan mereka untuk mempelajari lebih lanjut tentang layanan yang mereka berikan dan kebahagiaan pasien secara keseluruhan. Profesional dapat meningkatkan praktik mereka sendiri dengan mempelajari praktik orang lain dan bagaimana mereka menggunakan media sosial. Beberapa bisnis akan mendapat manfaat dari media sosial.

Penyedia harus menilai apakah mereka perlu mengambil langkah lebih lanjut untuk bereaksi terhadap permintaan pasien lebih cepat dan meningkatkan layanan pelanggan. Kontak media sosial dapat memberikan dokter dan dokter jawaban cepat dari individu, yang dapat membantu mereka mengumpulkan masukan dan meningkatkan kualitas. Ini membantu dalam memahami respons obat yang khas serta konsensus pasien tentang pendekatan inovatif dalam bisnis.

3. Memberikan Pelatihan yang Memadai Untuk Tenaga Medis

Sebagai bagian dari pelatihan mereka, beberapa institusi kesehatan mulai menggunakan platform media sosial online . Peserta didorong untuk menggunakan tagar tertentu di Twitter atau bergabung dengan grup lain untuk terlibat satu sama lain selama kuliah, membuat pelatihan lebih menarik dan partisipatif. Metode pelatihan ini memberi peserta didik area sentral di mana mereka dapat mengajukan pertanyaan dan menerima tanggapan yang cepat.

Peserta dapat menggunakan media sosial untuk memberikan umpan balik cepat kepada presenter tentang sesi pelatihan. Strategi media sosial ini bermanfaat bagi lebih dari sekadar peserta pelatihan. Dengan mempromosikan fasilitas mereka dan mendemonstrasikan proses pelatihan mereka yang unik, organisasi dapat memanfaatkan video dan foto pelatihan dari sesi pelatihan untuk menarik audiens dan meningkatkan saluran media sosial mereka.

4. Pembaruan Langsung Antara Prosedur Medis

Ada peningkatan jumlah dokter dan ahli bedah yang memberikan pembaruan dari ruang operasi, meskipun faktanya agak kontroversial. Petugas kesehatan dapat berbagi informasi terkini dengan rekan dokter, mahasiswa kedokteran, atau hanya orang yang ingin tahu selama operasi melalui Twitter dan platform media sosial lainnya.

Beberapa percaya bahwa perubahan ini merupakan gangguan di ruang operasi, sementara yang lain berpendapat bahwa itu adalah inovasi dengan nilai pendidikan yang harus disambut. Penggunaan media sosial selama operasi memungkinkan fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perhatian dari outlet media khusus industri dan media arus utama.

5. Komunikasi Efektif Selama Keadaan Darurat

Selama masa krisis, penggunaan media sosial telah meningkat untuk menawarkan informasi terkini kepada pelanggan. Rumah sakit dan organisasi lain dapat menggunakan media sosial untuk memberikan informasi real-time tentang kapasitas rumah sakit, operasi, dan akses ruang gawat darurat.

Kehadiran media sosial membantu petugas kesehatan untuk berbagi informasi dari kelompok seperti Palang Merah dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, serta terhubung dengan outlet berita.

Kesimpulan

Karena penggunaannya yang luas di masyarakat, media sosial dengan cepat digunakan dalam perawatan kesehatan. Sangat penting bahwa penyedia layanan kesehatan terus mencari cara untuk memanfaatkan platform ini dalam rencana pemberian perawatan masa depan mereka.

Meskipun penggunaan media sosial dalam perawatan kesehatan memiliki kelemahan, media sosial juga memiliki beberapa keuntungan bagi pasien dari semua kelompok umur, dokter, perawat, petugas kesehatan masyarakat, dan sektor perawatan kesehatan secara keseluruhan.

Related posts