10 Jenderal Perang Terbaik Pada Masanya

0
96

Bumiayu.id – Pada zaman terdahulu banyak perang terjadi. Pastinya kemenangan perang akan tergantung dari strategi yang digunakan oleh jenderal atau panglimanya. Sebagai seorang terpercaya maka harus memiliki kemampuan berpikir kritis, strategis, taktis, serta dapat mengatur seluruh pasukan.

Terdapat nama jenderal lebih dari 6000 nama berdasarkan analisis We Are The Mighty pada 3.580 perang untuk menentukan siapa yang hebat. Oleh sebab itu, untuk mengenalinya ada beberapa nama jenderal terbesar dalam sejarah selama ini.

10 Jenderal Perang Terbaik Pada Masanya

10 Jenderal Terbaik Dunia

Pastinya Anda ingin mengetahui, siapa yang terbaik dari yang baik-baik. Berikut adalah daftar namanya.

  • Alexander Agung

Di usianya 33 tahun beliau sudah meninggal dunia padahal masih muda. Namun, seluruh kekuatannya sudah dikerahkan. Alexander merupakan raja Kekaisaran Makedonia sebelah timur laut Yunani.

Perang diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan strategi baik untuk memenangkan perang. Selain itu, Shogun Tokugawa juga dikalahkannya karena Alexander lebih kuat.

  • Georgy Zhukov

Nama panjangnya adalah Georgy Konstantinovich Zhukov melakukan perang untuk Pasukan Merah atau Red Army dari Uni Soviet. Hingga 10 peperangan sudah dilakukan selama hidupnya. Bahkan kemampuan strategisnya melebihi Jenderal Douglas MacArthur serta John Bell Hood.

  • Frederik Agung

Frederick Agung merupakan Frederick the Great yaitu Raja Prusia dari kerajaan bersejarah pada tahun 1749 sampai 1786 di Jerman. Raja ini adalah periode terpanjang diantara para raja. Selain itu, beliau telah memenangkan 14 peperangan Eropa. Berkat cara berpikir strategis dan taktis maka Prusia menjadi negara kuat pada masanya.

  • Ulysses S. Grant

Presiden ke-18 Amerika Serikat ini merupakan panglima telah memimpin sebanyak 16 perang selama hidupnya. Sedangkan, pernah memenangkan perang antar saudara di bawah pimpinan Abraham Lincoln juga pasukan Uni yang dipimpinnya mencapai kemenangan.

10 Jenderal Perang Terbaik Pada Masanya

Ada nama rivalnya yang memiliki skor berbeda dibawahnya yaitu bernama Robert E pada saat perang saudara.

  • Hannibal Barca

Jenderal ini berasal dari Negara Phoenican-Canaanita, Kartago Kuno pada zaman terdahulu. Perang Punic merupakan laga terhebatnya dengan mengalahkan tentara Romawi. Salah satu peperangan tersebut bisa dikatakan sangat besar melihat dari lawan yang dihadapinya.

  • Khalid bin Al-Walid

Panglima terbaik satu ini merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW dalam Agama Islam. Perang telah dimenangkannya yaitu 14 kali dan salah satunya melawan pasukan dari Imperium Bizantium dari Persia. 

Penyebaran agama Islam di timur tengah juga telah dilakukan disertai dengan penaklukan Arab di saat Riddah dan Mesopptamia.

Frederik Agung telah dikalahkan dengan Khalid disebut sebagai “Pedang Allah” serta memiliki skor lebih tinggi dari Frederik.

  • Takeda Shingen

DI masa Feodalisme negara Jepang, Takada sebagai pemimpin militer sangat tangguh. Serta menjadi seorang pejabat Daimyo di zaman Zaman Sengoku. Gelarnya adalah “Tiger of Kai” yang telah memimpin peperangan sebanyak 18 kali.

  • Arthur Wellesley

Komandan Anglo-Irlandia yaitu Arthur Wellesley serta memimpin Wellington pertama. Pertempuran yang telah dimenangkannya sebanyak 18 kali dak skornya lebih tinggi dari takeda Shingen asal Jepang di atas.

  • Julius Caesar

Di daerah Romawi, Julius Caesar yaitu seorang panglima militer dan pemimpin politik disana. Meskipun peperangan lebih sedikit namun lebih berisiko dibandingkan beberapa panglima yang telah disebutkan di atas sehingga tidak bisa dikatakan sepele.

Bahkan Arthur, Takeda, dan lainnya terkalahkan karena memang perangnya bukan peperangan biasa namun lebih beresiko.

  • Napoleon Bonaparte

Yang paling baik atau terbaik yaitu Napoleon Bonaparte yaitu pimpinan politik pada tahun 1804 hingga 1814 serta terkenal pada masa revolusi. Pertempuran dilakukan sebanyak 43 kali sehingga menjadi terbaik.

Pada zona pertempuran, para panglima lain selalu menjadikannya teladan sebagai ahli strategi paling baik sepanjang sejarah. Bahkan ratusan tahun kemudian masih dijadikan panutan. Namun, manusia pasti melakukan kesalahan.

Salah satu kesalahan fatal tersebut yaiut menggiring pasukan ke arah salah yaitu menyeberangi Sungai Niemen ke Rusia sehingga menewaskan 400 ribu bala tentaranya.

Namun, tetap strateginya digunakan para panglima lainnya. Oleh sebab itu, meskipun melakukan kesalahan tetap menjadi panutan karena memang strateginya terbaik.

Beberapa contoh panglima di atas maka dapat disimpulkan bahwa zaman dahulu memang sangat kejam karena banyak peperangan terjadi. Oleh sebab itu hidup pada zaman tinggi teknologi saat ini sangat bermanfaat apabila digunakan melakukan hal-hal positif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here